Rabu, 08 April 2015

Benabook


Sebenarnya minggu ini saya sedang tidak begitu bersemangat untuk menulis. Tidak ada inspirasi yang menghinggapi kepala sejak bangun tidur pagi tadi. Mungkin karena pikiran masih disibukkan sama pekerjaan di kantor. Apa boleh buat, akhirnya hari Minggu berakhir dengan cara yang cukup tragis, yaitu terbuang sia-sia.

Tapi untungnya menjelang sore ini saya punya ide supaya blog saya tidak kosong melompong di hari minggu. Setelah barusan mengulas tentang buku Kreatif Sampai Mati, sekarang saatnya untuk mereview salah satu buku dari pemilik blog yang saya ikuti, sekaligus menjadi blog favorit saya. Dan buku yang akan saya ulas kali ini adalah sebuah buku fenomenal milik Benazio Rizki.

Awal kenal Benazio (akrab disapa Benakribo) adalah saat salah satu teman saya merekomendasikan buku berjudul Benabook yang covernya sangat unik bergambar wajah berkacamata lengkap dengan rambut kribo yang menyimpan berbagai macam hal. Kebetulan teman saya yang satu itu tahu betul kalau saya hobi blogging. Katanya Benabook yang satu ini sangat menginspirasi para blogger. Karena belum sempat untuk meminjam, saya putuskan untuk membeli buku itu sendiri.

Buku yang mengisahkan tentang perjalanan seorang anak mamih bernama Benazio Rizki Putra. Awalnya ia hanyalah seorang cowok cupu yang hari-harinya gitu-gitu aja. Ngebosenin dan dipenuhi ketidak beruntungan. Itu cerita awal si Bena kecil. Kemudia dia beranjak remaja dan mulai hobi menulis di blog. Awalnya Bena hanya membuat catatan harian di blog, tapi lama kelamaan kreativitas di balik rambut kribonya tumbuh begitu saja. Blognya dikenal banyak orang, mendapat respon yang sangat positif sampai ia sempat mendapat penghargaan sebagai blog remaja terbaik (cerita kesuksesannya sangat singkat). Tapi tidak hanya berakhir sampai di situ. Bang Bena juga mengajak kita melihat lika-liku sampai akhirnya seorang blogger melahirkan sebuah buku. Bang Bena berkomitmen untuk bisa menciptakan buku lain daripada yang lain.

Selain karirnya sebagai blogger dan penulis, dalam buku itu juga dibahas tentang kehidupan Bang Bena dari sisi romancenya. Sebenarnya kisah Bang Bena lebih pantas disebut comedy romance. Habisnya kisah cinta yang sering gagal itu justru memberi kesan lucu. Tapi secara pribadi saya menikmati sekali membaca buku ini. Banyak kejutan dan hal-hal tak terduga yang membuat kita merasa seperti orang beruntung yang bisa membaca buku ini.

Selain mengikuti kisah perjalanan Bang Benakribo, kita juda diajak untuk bermain kuis yang dibuat khusus untuk para pembaca Benabook. Untuk mengikuti Benaquiz kita mesti mengikuti prosedurnya yang mesti terhubung langsung dengan blog pribadi milik Bang Bena. Saya juga sudah mencobanya, tapi terhenti di tengah jalan karena bingung ingin memilih hadiah yang mana :D

Pokoknya, baca Benabook benar-benar seru. Dan setelah membacanya, saya mulai menelusuri Blog milik Bang Benakribo.

Kreatif Sampai Mati


Kebetulan saya adalah salah satu pengikut website Penerbit Bentang Pustaka, jadi setiap kali membuka blog, update artikel di websitenya selalu muncul di beranda blogger. Sudah cukup lama saya melihat salah satu posting tentang buku terbaru Bentang Pustaka yang berjudul Kreatif Sampai Mati. Awalnya saya tak berfikir harus membeli buku itu, karena mungkin saja saya hanya melihat sepintas tanpa mencoba membaca review singkat di cover belakangnya.

Kemudian waktu berlalu cukup lama.

Beberapa minggu yang lalu ada Grand Opening Toko Buku Gramedia di Tegal. Saya tidak mau melewatkan kesempatan satu itu. Jadi saya langsung meluncur dengan kendaraan umum dan terjun ke dalam kerumunan orang yang begitu antusias untuk ikut meramaikan pembukaan toko buku paling terkenal di Indonesia tersebut.

Saya membeli tiga buku, dan Kreatif Sampai Mati adalah buku non fiksi yang saya beli. Saat membaca cover belakangnya, saya langsung merasa 'wajib' untuk membeli buku tersebut. Pas saya baca buku itu, saya merasa telah mendapat semua yang sedang saya butuhkan. Buku tersebut benar-benar mengasah para pembaca untuk tidak segan dalam menumbuhkan kreativitas, karena sebenarnya kreativitas adalah satu kunci yang bisa membantu kita menemukan jati diri.


Banyak motivasi-motivasi keren yang ditulis Mas Wahyu Aditya. Tentang bagaimana menghadapi kehidupan yang tak sejalan dengan keinginan. Tentang dunia pekerjaan yang bertolak belakang dengan cita-cita. Ya, kurang lebih itu juga masalah besar yang saya hadapi sekarang.

Yang menarik lagi adalah bagian di mana Mas Wahyu mencoba mengajak para generasi muda Indonesia untuk turut serta memajukan Negeri ini melalui kreativitasnya. Mas Wahyu sendiri telah mendirikan distro KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia) yang mampu menghadirkan karya-karya hebat sekaligus sebagai media promosi negeri ini.

Di dalam buku tersebut juga dijelaskan tentang bagaimana mengubah kekurangan menjadi sebuah potensi istimewa yang tidak dimiliki orang lain. Itu adalah hal yang juga diperlukan lantaran banyak orang yang rasa percaya dirinya binasa karena kekurangan yang dimiliki.

Intinya, buku ini sangat direkomendasikan bagi semua orang dari berbagai kalangan. Dan ada pencerahan tersendiri yang saya dapatkan setelah membaca buku ini. Kita diajak untuk mampu menemukan apa yang dapat menjadi potensi diri kita. Keren pokoknya.

Jadi, untuk yang ingin membaca isi lengkapnya, segera saja pergi ke toko buku. Kalau malas pergi ke toko buku, coba saja beli secara online. Dijamin tidak menyesal baca buku ini.